Peluang Ide Usaha Kuliner UMKM yang Paling Menjanjikan

Sektor makanan dan minuman selalu punya tempat khusus di hati konsumen Indonesia. Di tengah perubahan gaya hidup, tren belanja online, dan makin ketatnya persaingan, banyak orang mencari ide usaha kuliner UMKM yang bisa dimulai dari skala kecil tetapi tetap punya peluang tumbuh besar.

Artikel ini membahas pilihan ide yang realistis, mudah dieksekusi, dan relevan dengan kebiasaan belanja masyarakat saat ini—lengkap dengan cara memilih, menguji, hingga menjalankannya secara rapi tanpa drama.

Kenapa Bisnis Kuliner UMKM Selalu Menarik?

Ada alasan mengapa bisnis kuliner jarang sepi peminat. Pertama, makanan adalah kebutuhan dasar. Kedua, budaya “jajan” di Indonesia sangat kuat, dari sarapan cepat sampai ngemil sore. Ketiga, variasi menu Nusantara sangat kaya sehingga peluang diferensiasi hampir tidak ada habisnya. Bahkan ketika daya beli menurun, konsumen biasanya tetap mengalokasikan anggaran untuk makanan—hanya saja mereka menjadi lebih selektif soal harga dan nilai.

Dalam konteks usaha mikro, kecil, dan menengah, sektor kuliner menarik karena bisa dimulai dari rumah, dapur produksi sederhana, atau booth kecil. Banyak model yang memungkinkan Anda menguji pasar dengan modal terbatas sebelum memperbesar kapasitas.

Namun, “menarik” tidak selalu berarti “mudah”. Tantangan umum UMKM kuliner adalah produk cepat rusak, fluktuasi harga bahan baku, dan kebutuhan konsistensi rasa. Karena itu, Anda butuh pendekatan yang lebih strategis: riset kecil-kecilan, pengujian menu, dan sistem operasional yang rapi.

ide usaha kuliner UMKM

Riset Cepat untuk Menemukan Ide Usaha Kuliner UMKM

Sebelum menentukan ide usaha kuliner UMKM, lakukan riset sederhana agar Anda tidak hanya ikut-ikutan tren. Riset ini tidak harus mahal; yang penting terstruktur dan bisa menghasilkan keputusan.

1) Tentukan masalah yang ingin Anda selesaikan

Produk yang laris biasanya memecahkan masalah spesifik: butuh makan siang cepat, ingin camilan rendah gula, butuh stok makanan praktis di freezer, atau ingin katering harian yang tidak merepotkan. Semakin jelas masalahnya, semakin mudah Anda merancang menu dan pesan pemasaran.

2) Amati perilaku beli di sekitar Anda

Kunjungi minimarket, warung, dan aplikasi pesan-antar di area target. Catat menu yang paling sering muncul, kisaran harga, jam ramai, serta format kemasan. Dari sini Anda bisa melihat celah: misalnya, banyak yang menjual ayam geprek, tetapi sedikit yang menjual menu sayur berprotein tinggi dengan harga terjangkau.

3) Validasi permintaan dengan pre-order kecil

Sebelum produksi besar, lakukan pre-order 20–50 porsi. Tawarkan ke tetangga, komunitas kantor, atau grup sekolah. Dari respon mereka, Anda bisa menilai apakah ide tersebut punya daya tarik nyata, atau hanya seru di kepala Anda.

4) Hitung margin sejak awal

Jangan menebak harga. Buat perhitungan HPP (harga pokok produksi) termasuk bahan, kemasan, gas/listrik, dan estimasi tenaga. Setelah itu tentukan harga jual yang masuk akal sekaligus kompetitif. Banyak UMKM tersandung karena ramai order tetapi uangnya tidak terkumpul karena margin tipis.

5) Siapkan diferensiasi yang sederhana

Diferensiasi tidak harus mewah. Bisa berupa porsi pas, rasa konsisten, kemasan rapi, pilihan level pedas, opsi paket hemat, atau pelayanan cepat. Kuncinya: buat pembeda yang mudah dijelaskan dan mudah diingat pelanggan.

15 Ide Usaha Kuliner UMKM yang Menjanjikan

Daftar di bawah ini disusun berdasarkan tren praktis: produk mudah diproduksi berulang, cocok dipasarkan online maupun offline, dan fleksibel untuk dinaikkan skalanya. Anda tidak wajib memilih semuanya; pilih 1–2 yang paling sesuai dengan kemampuan dan kondisi pasar Anda.

1. Frozen food rumahan berbasis lauk siap masak

Lauk beku seperti ayam ungkep, semur, atau bakso kuah dalam kemasan praktis sangat dicari keluarga sibuk. Kuncinya ada pada standar rasa dan instruksi memasak yang jelas. Tambahkan opsi paket mingguan agar pembelian berulang lebih tinggi.

2. Rice bowl dan menu porsi tunggal untuk pekerja

Menu porsi tunggal membantu pelanggan yang ingin makan cepat tanpa ribet. Anda bisa bermain di varian protein (ayam, telur, ikan) dan saus khas. Jaga konsistensi ukuran porsi agar pelanggan merasa “worth it”.

3. Katering harian: paket makan siang kantor

Banyak kantor kecil butuh solusi makan siang rutin. Buat paket 5 hari dengan pilihan menu bergantian dan sistem langganan. Fokus pada ketepatan waktu antar dan rasa yang stabil.

4. Katering sehat: diet kalori, tinggi protein, atau rendah gula

Segmen kesehatan tumbuh karena semakin banyak orang sadar pola makan. Anda bisa menawarkan paket dengan informasi kalori sederhana, atau minimal komposisi makro seperti karbohidrat-protein-lemak. Mulai dari menu yang mudah: ayam panggang, sayur tumis rendah minyak, dan nasi merah.

5. Minuman literan: kopi susu, teh, atau infused drink

Minuman dalam kemasan literan cocok untuk keluarga atau acara kecil. Bedakan dengan rasa yang seimbang dan penyimpanan aman. Pastikan label tanggal produksi dan saran konsumsi agar pelanggan percaya.

6. Jajanan tradisional naik kelas

Kue tradisional seperti klepon, lemper, atau lupis bisa dibuat tampil premium lewat kemasan, ukuran, dan branding. Anda bisa menargetkan pasar hampers dan oleh-oleh. Cerita asal-usul makanan juga membantu pemasaran.

7. Sambal dan bumbu siap pakai dalam botol

Sambal kemasan punya pembeli loyal jika rasa konsisten. Buat varian: pedas gurih, pedas manis, atau sambal ijo. Pastikan proses produksi higienis, dan gunakan botol yang aman untuk makanan.

8. Camilan gurih tahan lama: keripik, kacang, atau snack panggang

Produk tahan lama membantu Anda mengurangi risiko makanan basi. Anda bisa bermain pada rasa unik, misalnya balado jeruk limau atau rumput laut lokal. Pemasaran online juga lebih mudah karena bisa kirim antar kota.

9. Dessert box dan hidangan manis portion-control

Dessert box masih menarik jika Anda punya ciri khas: rasa tidak terlalu manis, tekstur ringan, atau varian musiman. Ukuran porsi kecil sering lebih cepat laku karena cocok untuk “self-reward” tanpa berlebihan.

10. Bakery rumahan: roti sobek, cookies, dan brownies

Produk bakery relatif mudah distandardisasi. Anda bisa fokus pada pesanan event seperti ulang tahun atau rapat. Gunakan foto produk yang terang dan konsisten agar toko online terlihat profesional.

11. MPASI dan makanan bayi rumahan (dengan standar ketat)

Segmen ini sensitif, jadi Anda harus ekstra disiplin soal kebersihan dan bahan. Mulai dengan menu sederhana, tanpa MSG dan gula tambahan (sesuaikan rekomendasi kesehatan). Edukasi pelanggan tentang penyimpanan adalah kunci kepercayaan.

12. Makanan siap santap untuk sarapan cepat

Banyak orang butuh sarapan praktis: sandwich, burrito lokal, atau nasi bakar. Buat titik jual di jam sibuk pagi dan sediakan sistem pre-order agar produksi tidak mubazir.

13. Produk berbasis ayam: ayam geprek varian saus khas

Ayam geprek sudah umum, jadi diferensiasi harus jelas: saus signature, sambal dengan aroma khas, atau paket hemat untuk pelajar. Kecepatan penyajian dan konsistensi pedas sangat menentukan repeat order.

14. Cloud kitchen sederhana untuk brand digital

Jika Anda kuat di pemasaran online, konsep dapur tanpa dine-in bisa menekan biaya sewa. Fokus pada menu yang tahan perjalanan dan tetap enak setelah 30–45 menit. Evaluasi rating di aplikasi secara rutin.

15. Paket hampers makanan untuk momen musiman

Hampers tidak hanya laku saat hari besar. Anda bisa membuat hampers untuk wisuda, ulang tahun, atau ucapan terima kasih. Isi bisa berupa cookies, snack, atau sambal premium dengan desain kemasan yang rapi.

Cara Memilih Ide yang Paling Cocok untuk Anda

Dari 15 ide di atas, pilih yang paling cocok dengan tiga faktor: kemampuan produksi, akses bahan baku, dan karakter pasar. Kalau Anda punya waktu terbatas, pilih produk yang bisa dibuat batch besar (frozen food, snack tahan lama). Jika Anda punya jaringan kantor, katering harian lebih cepat mengumpulkan pelanggan langganan.

Gunakan kerangka sederhana: (1) seberapa cepat ide usaha kuliner UMKM ini bisa diuji, (2) seberapa mudah menjaga kualitas, dan (3) seberapa besar peluang pembelian ulang. Ide terbaik biasanya tidak harus paling unik—yang penting bisa dijalankan konsisten.

Rahasia Produk Kuliner Cepat Laku: Value yang Jelas

Banyak UMKM fokus pada resep, tetapi lupa menjelaskan value. Padahal pelanggan membeli manfaat, bukan hanya makanan. Value bisa berupa “hemat waktu”, “lebih sehat”, “rasa rumahan”, “porsi besar”, atau “bisa dikirim aman”. Tulis value itu di bio toko, poster, hingga deskripsi menu.

Jika Anda menjual menu Nusantara, Anda bisa memanfaatkan kekayaan hidangan Indonesia sebagai cerita merek. Cerita sederhana tentang bumbu, asal menu, atau cara memasak tradisional membuat produk terasa lebih dekat dan bernilai.

Contoh Perhitungan HPP dan Harga Jual yang Sehat

Berikut contoh sederhana untuk membantu Anda menghindari perang harga. Misalnya Anda menjual rice bowl ayam saus mentega.

Bahan per porsi: ayam 120g Rp7.000, nasi Rp1.500, sayur Rp1.500, bumbu Rp1.000. Kemasan: box + sendok Rp2.500. Gas/listrik & penyusutan alat (estimasi) Rp1.000. Total HPP = Rp14.500.

Jika Anda ingin margin kotor 40%, maka harga jual kira-kira HPP / (1 – 0,40) = Rp14.500 / 0,60 = Rp24.166. Anda bisa bulatkan menjadi Rp24.000 atau Rp25.000 sesuai pasar. Dari sini Anda masih bisa mengalokasikan sebagian untuk promo, tanpa membuat bisnis “ramai tapi boncos”.

Sistem Operasional Sederhana agar UMKM Tahan Lama

Standar resep dan takaran

Tuliskan resep dengan gramasi. Gunakan timbangan, bukan perkiraan. Standar ini membantu rasa konsisten walau Anda dibantu orang lain.

Batching dan mise en place

Siapkan bahan setengah jadi (misalnya bumbu dasar, ayam ungkep, atau topping) dalam batch. Ini menghemat waktu saat jam sibuk dan mengurangi kesalahan.

Label tanggal produksi dan rotasi stok

Biasakan sistem FIFO (first in, first out). Untuk produk beku atau snack, beri label tanggal produksi. Ini meminimalkan risiko produk kadaluarsa tersimpan.

Catatan penjualan harian

Tidak perlu rumit. Catat jumlah terjual, menu favorit, biaya bahan, dan komplain pelanggan. Dari data sederhana ini, Anda bisa memutuskan apakah perlu menambah varian atau justru menghapus menu yang kurang laku.

Legalitas, Higiene, dan Kepercayaan Pelanggan

Ketika bisnis mulai ramai, kepercayaan pelanggan menjadi aset terbesar. Di bisnis makanan, kepercayaan itu dibangun dari hal-hal yang terlihat sederhana: kebersihan dapur, cara Anda menangani bahan mentah, dan transparansi informasi di label. Jika Anda menjual produk kemasan, cantumkan nama produk, komposisi singkat, tanggal produksi, saran penyimpanan, serta kontak pemesanan. Detail kecil seperti ini sering menjadi pembeda antara UMKM yang “serius” dan yang terlihat seadanya.

Untuk usaha yang dijalankan dari rumah, buat zona kerja yang jelas: area cuci bahan, area olah, dan area kemas. Gunakan sarung tangan atau alat penjepit saat mengemas, serta simpan bahan mentah terpisah dari produk matang. Kebiasaan ini tidak hanya menjaga kualitas, tetapi juga mengurangi komplain yang bisa merusak reputasi.

Jika memungkinkan, urus perizinan bertahap sesuai kebutuhan dan skala usaha. Anda tidak harus menunggu semuanya sempurna untuk mulai berjualan, tetapi jadikan legalitas sebagai target yang terukur. Banyak peluang kerja sama (misalnya titip jual di toko atau pengadaan katering) lebih mudah dibuka ketika usaha Anda punya dokumen pendukung yang rapi.

Branding yang Membuat Produk Mudah Diingat

Branding bukan hanya logo. Branding adalah kesan yang tertinggal setelah orang mencoba produk Anda. Mulailah dari tiga elemen: nama yang mudah diucapkan, janji produk yang jelas, dan identitas visual yang konsisten. Nama yang terlalu panjang atau sulit dieja akan menyulitkan pelanggan merekomendasikan secara lisan.

Tentukan “janji” sederhana, misalnya: porsi kenyang, rasa rumahan, menu sehat, atau bumbu nusantara yang kuat. Janji ini lalu diterjemahkan ke hal teknis: ukuran porsi, pilihan menu, kualitas kemasan, sampai tone komunikasi di chat. Saat janji dan pengalaman pelanggan selaras, promosi dari mulut ke mulut akan berjalan dengan sendirinya.

Gunakan kemasan sebagai media branding yang murah tetapi kuat. Stiker label rapi dengan warna konsisten, informasi jelas, dan sentuhan kecil seperti ucapan terima kasih bisa meningkatkan persepsi kualitas. Untuk produk yang sering dikirim, pastikan kemasan dirancang agar makanan tidak mudah tumpah dan tetap menarik saat dibuka.

call to action LSPUMKM WI 2

Cara Naik Kelas: Dari Dapur Rumahan ke Produksi Lebih Besar

Banyak pemilik usaha takut “naik kelas” karena khawatir tidak sanggup memenuhi order. Solusinya adalah menaikkan kapasitas secara bertahap. Pertama, pastikan menu inti sudah stabil: resep terkunci, supplier bahan baku jelas, dan alur kerja tidak membingungkan. Kedua, pisahkan tugas: produksi, pengemasan, dan admin order. Walau masih dikerjakan sendiri, pemisahan ini membantu Anda melihat bottleneck.

Ketiga, gunakan target harian yang realistis. Misalnya, maksimal 50 porsi per hari untuk dua minggu pertama setelah promosi. Ketika alur sudah lancar, naikkan menjadi 70–80 porsi. Skala yang sehat tidak selalu berarti “sebanyak mungkin”; skala yang sehat berarti Anda bisa memenuhi pesanan tanpa menurunkan kualitas.

Keempat, bangun hubungan dengan supplier. Harga bahan yang lebih stabil dan ketersediaan stok sering datang dari hubungan jangka panjang, bukan tawar-menawar sekali beli. Catat pemasok terbaik, buat jadwal belanja, dan evaluasi kualitas bahan secara rutin. Langkah ini tampak sederhana, tetapi sangat memengaruhi margin dan konsistensi rasa.

Template Konten Promosi 7 Hari yang Praktis

Jika Anda merasa bingung mau posting apa, gunakan template 7 hari ini. Hari 1: perkenalan produk dan value utama. Hari 2: video singkat proses memasak (tanpa rahasia resep). Hari 3: testimoni pelanggan + foto sebelum/after kemasan dibuka. Hari 4: menu best seller + alasan kenapa favorit. Hari 5: behind the scenes belanja bahan segar. Hari 6: promo bundling atau free ongkir area tertentu. Hari 7: tanya jawab (Q&A) seputar order, penyimpanan, dan jam kirim.

Kuncinya adalah konsisten, bukan perfeksionis. Konten sederhana yang rutin sering lebih efektif daripada konten bagus yang jarang. Gunakan bahasa yang ramah dan to the point, serta ajak audiens melakukan tindakan jelas: pesan hari ini, pre-order untuk besok, atau daftar langganan mingguan.

Strategi Pemasaran yang Relevan untuk UMKM Kuliner

1) Fokus pada 1–2 kanal utama dulu

Terlalu banyak kanal bikin energi terpecah. Untuk pemula, pilih kombinasi yang realistis: WhatsApp + Instagram, atau marketplace makanan + Google Maps. Setelah stabil, baru tambah kanal lain.

2) Foto produk yang jujur dan konsisten

Anda tidak butuh kamera mahal. Gunakan cahaya dekat jendela, latar bersih, dan sudut yang sama. Konsistensi membuat feed terlihat profesional dan meningkatkan kepercayaan.

3) Paket bundling dan langganan

Bundling menaikkan nilai transaksi rata-rata. Misalnya paket rice bowl + minuman, atau paket snack mingguan. Untuk katering, tawarkan langganan 5 hari dengan harga sedikit lebih hemat.

4) Bangun testimoni sejak minggu pertama

Minta ulasan secara sopan setelah pelanggan menerima produk. Buat template pesan singkat dan tawarkan insentif kecil seperti bonus sambal mini di pembelian berikutnya (tanpa memaksa).

5) Jaga respons cepat dan ramah

Di bisnis kuliner, kecepatan respon sering menentukan jadi-tidaknya order. Siapkan template jawaban: daftar menu, jam operasional, ongkir, dan cara bayar.

Checklist 30 Hari Memulai Usaha Kuliner dari Nol

Minggu 1: Riset dan penentuan menu

Pilih 1 ide utama, buat 3 varian menu, tentukan target pelanggan, lalu lakukan survei kecil lewat chat atau polling. Mulai susun resep dengan takaran.

Minggu 2: Uji coba rasa dan kemasan

Masak beberapa batch kecil untuk dicicipi 10–20 orang. Minta masukan spesifik: rasa, porsi, tingkat pedas, dan kenyamanan kemasan. Perbaiki sebelum menjual lebih luas.

Minggu 3: Pre-order dan pencatatan biaya

Buka pre-order terbatas. Catat seluruh biaya yang keluar, termasuk hal kecil seperti plastik, stiker label, dan bensin antar. Setelah itu, evaluasi HPP dan perbaiki harga jika perlu.

Minggu 4: Peluncuran rutin dan promosi

Tentukan jadwal jualan (misalnya Senin–Jumat). Buat konten sederhana: proses memasak, testimoni, dan menu harian. Mulai kumpulkan pelanggan langganan melalui paket bundling atau sistem langganan.

Kesalahan yang Sering Membuat UMKM Kuliner Mandek

Kesalahan pertama adalah terlalu banyak menu sejak awal. Semakin banyak varian, semakin sulit menjaga kualitas dan stok. Kesalahan kedua adalah menetapkan harga hanya berdasarkan pesaing, bukan berdasarkan HPP. Kesalahan ketiga: promosi besar-besaran sebelum sistem operasional siap, sehingga Anda kewalahan dan kualitas turun.

Terakhir, banyak pelaku lupa bahwa kekuatan ide usaha kuliner UMKM ada pada konsistensi. Pelanggan akan kembali karena pengalaman yang sama baiknya setiap kali membeli: rasa stabil, porsi pas, dan pelayanan yang nyaman.

Baca Juga: Rencana Bisnis UMKM Indonesia: Cara Menyusun yang Tepat

Penutup

Pada akhirnya, memilih ide usaha kuliner UMKM yang menjanjikan bukan soal menemukan menu paling viral, melainkan menemukan produk yang bisa Anda jalankan konsisten, punya margin sehat, dan punya pelanggan yang kembali membeli. Mulailah dari riset kecil, uji coba terbatas, lalu bangun sistem sederhana yang membuat bisnis Anda rapi. Dengan langkah yang terukur, usaha kuliner skala UMKM bisa tumbuh stabil—bahkan ketika tren berubah-ubah.

Leave a Comment

Rating

Uji Kompetensi metodologi, penguasaan materi pelatihan dan praktek penyampaian modul (delivery). Selanjutnya untuk memperoleh akreditasi (Sertifikat Akreditasi Fasilitator), fasilitator mendelivery modul yang dikuasai minimal 2 kali dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh Mitra Penyelenggara Pelatihan, dengan nilai minimal 70% atau rating 3,5 dengan range antara 1 – 5. Setiap penugasan pelatih oleh Mitra Penyelenggara Pelatihan telah disertai persetujuan dari LSP UMKM & WI.

Bimbingan

Dalam bimbingan ini dijelaskan alur Uji Kompetensi yang dilaksanakan oleh LSP UMKM & WI . Kemudian, dilanjutkan dengan pendaftaran  untuk mendapatkan akun yang akan digunakan dalam sistem uji kompetensi LSP UMKM & WI . Pada sesi berikutnya, para peserta akan mendapat bimbingan untuk menggunakan sistem uji kompetensi tersebut hingga proses penilaian.

Sertifikasi

Sertifikasi Kompetensi Kerja adalah Proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan objektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada standar kompetensi. Terkait dengan Standard Kompetensi Kerja telah ditetapkan Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Pengawas Syariah berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 25 Tahun 2017. Sedangkan SKKNI itu sendiri adalah Rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

SERTIFIKASI PENILAIAN DIAKUI INTERNASIONAL

Dengan lisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau (BNSP) yang
dibentuk  Pemerintah  untuk melaksanakan ketentuan Pasal 18 ayat (5) Undang-Undang
Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Lembaga Sertifikasi Profesi atau (LSP)
menjamin mutu kompetensi dan pelatihan Tenaga Kerja pada seluruh sektor bidang profesi
di seluruh Indonesia.

Sertifikat yang akan Anda dapatkan juga akan diakui oleh dunia Internasional, sehingga
kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Karena dengan memiliki sertifikasi profesi dari LSP
yang telah mendapatkan lisensi resmi dari BNSP, Anda mempunyai sebuah bukti kuat
bahwa Anda memang berkompeten dalam profesi yang Anda geluti. Itu juga memastikan
bahwa Anda mempunyai kemampuan yang mumpuni sebagai seorang profesional.

Sertifikasi kompetensi ini bisa Anda dapatkan melalui pelatihan dari LSP yang mempunyai
lisensi resmi dari BNSP. Dan LSP UMKM & WI, merupakan salah satu LSP yang bisa
membantu Anda untuk mewujudkan keinginan Anda dalam mendapatkan sertifikasi profesi
tersebut.

SERTIFIKASI KOMPETISI KASIR RETAIL

Sumber daya manusia (SDM) memainkan peranan yang sangat vital dalam menentukan
keberhasilan operasional toko. Sumber Daya Manusia (SDM) atau pengelola toko haruslah
mumpuni dan cekatan. Implementasi sistem komputerisasi yang semakin canggih dan
keharusan untuk menjalankan rangkap atau fungsi pekerjaan (multi-tasking) maka karyawan
toko juga harus memiliki kemampuan berhitung (matematika) yang baik, dan kemampuan
untuk bias berbahasa asing tentunya (minimal Bahasa Inggris).

Untuk itu pentingnya melakukan pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) sebelum terjun
langsung ke dalam dunia kerja. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas Sumber
Daya Manusia (SDM) itu sendiri. Apabila Sumber Daya Manusia (SDM) telah tersetifikasi,
selain dapat menentukan keberhasilan toko, para Sumber Daya Manusia (SDM) tersebut
diharapkan mampu untuk bersaing dengan para tenaga kerja asing.

Perlu diingat bahwa bisnis minimarket ataupun retail dan toko adalah bisnis penjualan.
Jadi,segenap karyawan harus memiliki kualitas internal yang sejalan dan mendukung
peranannya sebagai penjual. Kualitas ini meliputi kepribadian (threat), sikap, (attitude),
motivasi dan nilai-nilai (values). Untuk itu pentingnya melakukan pelatihan Sumber Daya
Manusia (SDM).

JADIKAN SERTIFIKASI PENGELOLAAN UKM

Pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ini, kompetensi menjadi syarat yang harus
dipenuhi untuk meningkatkan daya saing bangsa. Sejalan dengan itu, Kementerian Koperasi
dan UKM RI, terus berupaya meningkatkan kompetensi UMKM, salah satunya melalui
kegiatan sertifikasi kompetensi UKM. Kegiatan ini berupa memfasilitasi pelatihan serta
sertifikasi kompetensi bagi para pelaku UMKM.

Tujuannya untuk meningkatkan daya saing, mengingat pemberlakuan MEA akan sangat
berpengaruh kepada masuknya tenaga  kerja  asing yang mengakibatkan persaingan
menjadi semakin ketat. Standarisasi dan sertifikasi ini menjadi sangat penting diketahui oleh
para pelaku UKM. Karena selain meningkatkan daya saing, standarisasi adalah upaya untuk
menjaga kualitas produk.

Sertifikasi ini juga berguna sebagai bentuk penyesuaian dan upaya UKM untuk
menunjukkan kepada dunia jika telah memiliki standar tertentu, hingga pengembangan
usaha dapat dikembangkan menjadi lebih luas. Apabila produk telah tersertifikasi maka
konsumen akan semakin yakin, karena produk tersebut sudah pasti terjamin. Itulah alasan
mengapa standarisasi dan sertifikasi saat ini menjadi sangat penting diketahui oleh para
pelaku UKM.